Februari dan Tanah Kosong

Walnuttree

Apa yang akan saya rasakan ketika menyeberangi sebuah tanah kosong ?
Hanya 2 hal yang pasti dirasakan !

1. Kebahagiaan

Betapa bahagia saya ketika berada disebuah tanah kosong. Tanpa siapapun yang menghalangi, tanpa siapapun yang melarang, tanpa siapapun yang mengatur.

Saya bebas melakukan apa saja yang saya mau. Berlari, berjalan, berteriak sekeras mungkin, melompat, bahkan tidur sepuas mungkin.

Karena luarbiasa bahagianya, saya merasa bahwa bumi berada dibawah telapak kaki saya.

2. Kegelisahan

Tapi setelah saya lelah berlari, berjalan, teriak, melompat dan terbangun dari tidur lelap ! Saya tersadar bahwa saya hanya seorang diri ditanah kosong ini !

Tanpa siapapun, tanpa siapapun yang memberi segelas air saat lelah, tanpa seorangpun yang tersenyum pada saat terbangun dari tidur !

Sampai pada akhirnya saya menemukan pohon tumbang yang menatap saya dan mengatakan "Apakah ini tempat yang anda impikan ?"

Semakin besar kegelisahan ini mengganggu saya, "apakah benar ini tempat yang saya cintai ?"

------------------------

Kesepian bisa menjadi sebuah kesenangan, tapi sampai kapankah saya terus berada di tanah kosong ini ?

Kesenangan itu bisa berubah menjadi sebuah kegelisahan jika terlalu lama. Hati tak bisa di tipu, sekuat tenaga saya berusaha menipu, sekuat itu juga kegelisahan menjadi.

------------------------

Katakanlah kepada saya kemana tempat yang anda inginkan ? Tempat yang hanya kita yang tahu !

Februari... Saya semakin tua dan butuh sesuatu untuk diandalkan.

Ndut Cantik... Katakan pada saya, kapan anda akan membiarkan saya masuk ?

Februari... Saya sudah lelah dan butuh suatu tempat untuk memulai.

------------------------

If you have a minute,
Why don't we go ?

Talk about it somewhere only we know.
This could be the end of everything.

So... Why don't we go ?
Somewhere only we know.