Kampenya Kosong STOP NARKOBA

Akhir-akhir ini hampir diseluruh pelosok tanah air sedang ramai dengan kampanye Stop Narkoba. Luarbiasa memang :) disetiap sudut jalan bisa kita lihat dengan jelas spanduk-spanduk bertuliskan Say No To Drugs atau Stop Narkoba atau Nyatakan Perang dengan Narkoba, bahkan secara jelas juga pemerintah melalui Polri dengan tegas memberantas peredaran berbagai macam narkoba, menangkap pengguna dan menghukum mati para terpidana narkoba.

Ok lah, tindakan tegas ini memang pantas didukung berhubung Indonesia adalah salah satu jalur peredaran narkoba terbesar dari luarnegeri. Tapi, eits... tunggu dulu guys :) yuk kita lihat fakta yang sedang terjadi sekarang di tanah air. Pernah dengar info beruntun tewasnya anak muda Indonesia karna MIRAS (trend oplosan) ? Pasti sering donk :) lalu bagaimana dengan kejadian beruntun pemerkosaan yang berakhir dengan terbunuhnya korban ? bayangin aja guys, bahkan sang korban tewas setelah diperkosa dengan cara keji dimasukkan cangkul kedalam kemaluaannya oleh para pemerkosanya. Kejadian ini sebelumnya juga didahului dengan hebohnya seorang cewek ABG yang diperkosa oleh puluhan pemuda dan trend ini pun diikuti oleh pelaku lain didaerah lain.

Lalu apa penyebabnya para pelaku dengan beraninya melakukan perbuatan keji itu ? Hmmm ternyata mudah saja guys, cukup hanya dengan sebotol atau beberapa botol MIRAS (Minuman Keras) dan merekapun beraksi dengan gagah berani :) Jika kita melihat fakta dan kenyataan dilapangan, apa efeknya Kampanye STOP NARKOBA ? hehe kagak nyambung yaah guys :) buat apa kampanye habisin budget/duit kalo toh faktanya justru MIRASlah yang menguasai kejahatan di tanah air. Faktanya MIRAS adalah penyubur kejahatan, perusak ahlak dan penghancur generasi !

Guys... pernah dengar atau lihat info pemakai ganja terlibat kasus pemerkosaan dan pembunuhan ? hahaha... atau pernah tau pemakai sabu tewas karna oplosan ? hahaha... narkoba itu mahal guys, untuk ukuran Indonesia kagak bisa kebeli (paling juga maksa/patungan) :D apalagi Narkoba kagak dijual bebas. Nah MIRAS, sangat mudah ditemukan diseluruh sudut jalan, sangat mudah dibeli dengan harga terjangkau. Narkoba kagak ada Pajaknya, bikin rugi negara hahaha... sementara MIRAS adalah salah satu penyumbang pajak terbesar dinegara ini.

Miris memang dengan fakta ini, apalagi kampanye ini sering dijadiin bahan pencarian popularitas oleh kelompok2 penggila citra di negeri ini. Nah milih mana guys ? Darurat Narkoba (kampanye kosong) atau Darurat MIRAS (yang seharunya jadi prioritas) ? Jadi ingat lagunya Slank : Tong Kosong Nyaring Bunyinya :D