Februari dan Tanah Kosong

Walnuttree

Apa yang akan saya rasakan ketika menyeberangi sebuah tanah kosong ?
Hanya 2 hal yang pasti dirasakan !

1. Kebahagiaan

Betapa bahagia saya ketika berada disebuah tanah kosong. Tanpa siapapun yang menghalangi, tanpa siapapun yang melarang, tanpa siapapun yang mengatur.

Saya bebas melakukan apa saja yang saya mau. Berlari, berjalan, berteriak sekeras mungkin, melompat, bahkan tidur sepuas mungkin.

Karena luarbiasa bahagianya, saya merasa bahwa bumi berada dibawah telapak kaki saya.

2. Kegelisahan

Tapi setelah saya lelah berlari, berjalan, teriak, melompat dan terbangun dari tidur lelap ! Saya tersadar bahwa saya hanya seorang diri ditanah kosong ini !

Tanpa siapapun, tanpa siapapun yang memberi segelas air saat lelah, tanpa seorangpun yang tersenyum pada saat terbangun dari tidur !

Sampai pada akhirnya saya menemukan pohon tumbang yang menatap saya dan mengatakan "Apakah ini tempat yang anda impikan ?"

Semakin besar kegelisahan ini mengganggu saya, "apakah benar ini tempat yang saya cintai ?"

------------------------

Kesepian bisa menjadi sebuah kesenangan, tapi sampai kapankah saya terus berada di tanah kosong ini ?

Kesenangan itu bisa berubah menjadi sebuah kegelisahan jika terlalu lama. Hati tak bisa di tipu, sekuat tenaga saya berusaha menipu, sekuat itu juga kegelisahan menjadi.

------------------------

Katakanlah kepada saya kemana tempat yang anda inginkan ? Tempat yang hanya kita yang tahu !

Februari... Saya semakin tua dan butuh sesuatu untuk diandalkan.

Ndut Cantik... Katakan pada saya, kapan anda akan membiarkan saya masuk ?

Februari... Saya sudah lelah dan butuh suatu tempat untuk memulai.

------------------------

If you have a minute,
Why don't we go ?

Talk about it somewhere only we know.
This could be the end of everything.

So... Why don't we go ?
Somewhere only we know.

Remembering KIMBERLY RAE SCHAEFER


KIMBERLY RAE SCHAEFER buat sebagian penggemar Pearl jam di Indonesia mungkin tidak begitu populer.

Tapi menurut saya, Kim adalah satu-satunya wanita luarbiasa yang menjadikan transcendent dalam sejarah Pearl Jam.

KIMBERLY RAE SCHAEFER datang bersama anak-anak didiknya di konser Pearl jam (11 Oktober 2011, St. Louis, Missouri) sebagai seorang *Penerjemah Keterbelakangan.

Semua fans yang hadir saat itu memusatkan perhatian kepada Kim pada saat Eddie Vedder secara tiba-tiba memanggil dan menarik Kim untuk naik keatas panggung.

Kehadiran Kim yang melaksanakan tugasnya sebagai Penerjemah lagu *Given To Fly buat anak-anak didiknya menjadikan panggung Pearl jam saat itu sangat berbeda.

Kim tampil enerjik dan bersemangat menerjemahkan lagu Given To Fly. Kim tampil memukau penuh Cinta untuk melaksanakan tugasnya sebagai Penerjemah Keterbelakangan.

Selain menghibur anak-anak didiknya, Kim juga sukses menghibur fans Pearl jam saat itu.

Bagi saya ini adalah pertunjukan musik Rock yang paling menyentuh selama sejarah.

Pada akhir lagu Given To Fly, Eddie Vedder datang menghampiri Kim, sebagai ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan tugasnya diatas panggung.

Thank you KIMBERLY RAE SCHAEFER
(01 Februari 1976 - 13 Maret 2015)

Wanita penuh inspirasi yang akan dirindukan bagi yang mengetahui.

"I never knew Kimberly Rae Schaefer but she touched my life in a way I will never forget. 15 years on, and it's as clear as yesterday..."

Thank you Kim! 
Job well done! 

-Kevin Shuss, Pearl Jam Videographer and Archivist